Salam Hangat dari Yoye brother

"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"

Jumat, 24 Juli 2009

Tanggung jawab seorang suami

Tentu saja, seorang pria tidak seharusnya menikahi seorang wanita jikalau ia tidak

dan benar – benar secara murni mencintainya. Tetapi, buruknya, banyak pria yang tidak

pernah mempelajari arti sesungguhnya dari kata “cinta”. Pengertian mereka akan “cinta”

sering kali bercampur aduk dengan “nafsu” karena film – film murahan dan teladan yang

salah. Bagi kebanyakan dari mereka, “cinta” adalah keinginan seksual yang didasari atas

gairah nafsu binatang untuk “mendapatkan” kenikmatan dari lawan jenis. Sungguh suatu

hal yang sangat menyedihkan dan jauh dari kebenaran!

Jadi pengertian “cinta” bukanlah seperti itu karena cinta yang sejati tersebut

mencakup suatu usaha untuk memberi dan untuk berbagi rencana, harapan dan impian di

antara dua orang yang ingin membangun kehidupan bersama sampai kematian

memisahkan mereka. Dan jika mereka tidak dapat membicarakan sesuatu permasalahan

dan cara pemecahannya dengan baik, atau saling tersenyum dan berbagi sedikit

kesenangan, keintiman dan keterpautan bersama ketika cobaan kehidupan yang besar

datang maka akan hilanglah cinta mereka.

Rasul Paulus memerintahkan “Hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah

berlaku kasar terhadap dia.” (Kolose 3:19 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Hal ini

perlu kita ingat melihat beberapa suami sering membiarkan diri mereka dengan cepat

menjadi “pahit” karena istri mereka tidak memenuhi kriteria yang mereka inginkan, yaitu

sebagai seorang malaikat pujaan yang sempurna sesuai dengan imajinasi manusia

mereka!

Tetapi ketahuilah, bahwa seorang istri tidaklah pernah diciptakan untuk menjadi

seorang idola! Ia tidak pernah diciptakan untuk menjadi lebih sempurna dari suaminya di

dalam kehidupan ini! Ia juga tidak diperuntukkan untuk menjadi seseorang yang dapat

secara bersamaan memenuhi berbagai macam kategori sebagai seorang pengatur rumah,

seorang ibu, seorang teman dan seorang dewi seks Holywood yang serba sempurna!

Melainkan, wanita dirancang dan diciptakan oleh sang Pencipta kita semua untuk

menjadi buah hati, penolong dan sumber inspirasi bagi seorang pria yang berkeinginan

untuk membagikan apa yang ada di dalam dirinya dengan wanita tersebut, yaitu untuk

berbagi rencana – rencananya, harapan – harapannya dan impian – impiannya dengan

wanita tersebut. Pria yang menginginkan wanita untuk memberikan semangat dan

bimbingannya di dalam sikap percaya diri dan kasih! Untuk mengarahkan dan bukannya

mengendalikan rumah tangga!

Kita sering melihat di dalam masyarakat kita, khususnya di dalam dunia modern

kita, dimana kaum pria pada umumnya sering menyerahkan segala urusan yang

berhubungan dengan hal – hal rohani dan cara memimpin anak – anak untuk tertarik

kepada hal – hal yang berhubungan dengan Allah dan Jemaat kepada “kaum wanita yang

lemah” ini. Pahamilah bahwa hal ini tidaklah benar, dan seorang pria yang gagal

melakukan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah ini sama dengan seorang pria yang

menjual hak lahiriahnya! Ketahuilah bahwa Allah sudah dari dulu sungguh – sungguh

menginginkan kaum pria untuk melaksanakan tanggung jawab mereka di dalam

kesempatan yang diberikan kepada mereka untuk menjadi pemimpin rohaniah di dalam

rumah tangga mereka masing - masing.

Perhatikan pernyataan yang dipimpin oleh Allah ini: “Tetapi aku mau, supaya

kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari

perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah” (1 Korintus 11:3 Alkitab

Terjemahan Baru © 1974 LAI).

Setiap pria yang hidup memiliki kesempatan untuk menjadi wakil Allah secara

langsung atas rumah tangganya – di dalam mengajar, memberikan instruksi, pimpinan

dan inspirasi kepada istrinya dan anak – anaknya untuk mempelajari dan mematuhi kata –

kata di dalam Alkitab dan untuk menyembah dan melayani Allah yang menciptakan

mereka. Hampir kebanyakan istri dan anak – anak akan secara langsung dan gembira

menanggapi jika diberikan setengah kesempatan ini! Haruslah kaum pria menyadari hal

ini, mereka harus dapat memberikan suatu teladan yang dinamis dari rasa pengabdian

yang tinggi kepada Pencipta mereka dengan mempelajari firmanNya, memimpin doa baik

pada saat makan maupun pada saat doa keluarga. Mereka harus dapat melakukan hal –

hal ini sebaik ketika mereka melakukan doa pribadi dengan berlutut di dalam kamar tidur

atau ruang tempat pribadi lainnya.

Manusia seharusnya memberikan suatu teladan disiplin pribadi di dalam takut

akan Allah. Ia seharusnya dapat menunjukkan bahwa ia adalah cukup laki – laki dan

cukup kuat untuk mengalahkan nafsunya dan mengendalikan nafsunya. Dengan

mengalahkan kebiasaan merokok, mengendalikan nafsu minum dan lainnya, dengan

membatasi emosinya dan mengarahkan emosi dan nafsunya ke dalam saluran – saluran

yang benar, dengan mengontrol dan memperhatikan tutur katanya agar sesuai dengan

“hukum kebaikan”, maka ia dapat memberikan teladan yang tidak akan pernah dilupakan

oleh anak – anak laki – laki dan perempuannya ketika mereka tumbuh dewasa. Adalah

juga menjadi teladannya untuk memberikan penghormatan, pengagungan dan kasih akan

istrinya yang bijak dan peka.

Jadi jika anda benar – benar mempelajari Alkitab untuk melihat apa yang

dikatakan tentang pernikahan, dan jika dengan bantuan Allah anda berusaha untuk

mengikuti ajaran – ajaran, prinsip – prinsip, dan teladan – teladan Alkitab di dalam

pernikahan maka anda pun akan diberkati. Jika pasangan yang baru menikah mau

berlutut dan benar – benar mencari Allah untuk memimpin dan membimbing pernikahan

mereka dengan mempelajari firmanNya dan mengikutinya maka mereka akan memiliki

“sorga di bumi”, atau paling tidak itulah yang akan mereka alami di dalam pernikahan

mereka!

Mungkin hal ini akan mengejutkan mereka yang tidak mengenal jalan – jalan

Allah tetapi itulah kenyataannya. Saya telah melihat dengan nyata segala keindahan dan

berkat dari semua prinsip Allah yang dilakukan di dalam pernikahan, baik di dalam

pernikahan saya sendiri dan mereka yang percaya kepada Allah. Jadi jika kita melakukan

dengan benar apa yang diperintahkan oleh Allah tentang pernikahan maka segala prinsip

Allah tentang pernikahan itupun akan berfungsi dengan baik.

Hal ini memimpin kita kepada suatu kenyataan bahwa setiap orang dari kita patut

dan wajib untuk menjadikan Allah sebagai pusat dari pernikahan kita! Yaitu dengan

sepenuh hati mencari untuk menemukan kehendakNya di dalam setiap aspek pernikahan

anda dan kemudian mengikutinya!

0 komentar:

Posting Komentar