Dapatkah kita menduga atau mengira Bilamana ajal kita akan tiba Di mana umur kita akan berakhir? Dapatkah kita merencana atau berjanji Bagaimana cara kematian akan kita alami Sehingga kita siap rohani dan jasmani?
Dapatkah kita memohon jatah umur yang bagi kita tepat Sehabis Ramadhan atau berhaji, ketika dosa diampuni tammat Dan nyawa dicabut malaikat ketika kita dalam keadaan sehat? Dapatkah waktunya kita majukan atau mundurkan Ketika nafas berakhir itu diembuskan Dan sorotan mata kita dikosongkan?
Dapat kita membereskan segala yang terlalaiHutang-hutang, janji-janji, kerja yang terbengkelai Cita-cita yang belum tercapai? Dapatkah kita menekan semua bentuk kesombongan Dan kepada orang-orang yang hatinya kita sakiti Dengan membungkuk merendah kita minta dimaafkan?
Dapatkah kita menyaring pergosipan dan pergunjingan Lalu suatu waktu total sepenuhnya dihentikan Sehingga daging saudara sendiri tak lagi dikunyah-dimakan?Dapatkah kita menghabisi semua ganjaran iri hati Kecemburuan yang dibisikkan jin di telinga kanan dan kiri Dan mereka diusir sejauh usir dengan ayat kursiy?
Dapatkah kita padamkan segala bentuk dendam Yang di dalam hati lama kita pendam-pendam Dan dengan tulus memberikan permaafan? Dapatkah kita musnahkan perilaku ujub dan riya kita Suka mencerca dalam hati, pamer jasa dan harta Dan berhenti menyebut-nyebutnya?
Dapatkah kita dengan tepat melaksanakan evaluasi Terhadap harta benda yang selama ini diakumulasi Sehingga benar-benar bersih bagi yang akan diwarisi? Dapatkah kita kepada jantung kita yang berpuluh-puluh tahun bekerja setia Setiap detik dia berdenyut untuk kelangsungan hidup kita Siapkah kita, bila jantung kita berkata," Sudah, cukup sampai disini saja?"
Pada suatu masa, di suatu tempat, maut akan tiba Beratus kemungkinan waktunya Beribu kemungkinan tempatnya Melalui gabungan kemungkinan bentuk dan cara Lewat penyakit, kecelakaan, perang, berbagai bencana Di dalam rumah, kendaraan, jalan raya, di alam terbuka Secara sangat perlahan dan begitu lama orang dapat menduga-duga Secara perlahan orang mana mungkin menerka Secara tak disangka, sangat tiba-tiba tanpa isyarat suatu apa Dan tepat pada detik terjadinya Kita yang menyaksikan, semua terpana, menundukkan kepala Semua terpukul, terguncang, terhempas, terobek,tiada sepatah kata Semua menitikkan air mata
Belum pernah mereka yang mengalami dicabut nyawanya Kembali ke dunia dan menyampaikan pengalaman ajal yang nyata Sehingga paling banyak kita hanya mengira menduga
By :Taufiq Ismail
Salam Hangat dari Yoye brother
"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"
Rabu, 30 September 2009
S A H A B A T
Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan.
tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan,dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia terinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan,
namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping diri kita ??
Siapa yang mengasihi kita saat kita merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kita saat kita tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT KITA Hargai dan peliharalah selalu persahabatan kita dengan mereka.
tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.
Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama karenanya...
Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkan besi, demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya.
Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti, diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan,dibantu-ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan tujuan kebencian.
Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.
Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia terinisiatif memberikan dan mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.
Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.
Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang berhasil mendapatkannya. Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan,
namun ada juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.
Ingatlah kapan terakhir kali kita berada dalam kesulitan. Siapa yang berada di samping diri kita ??
Siapa yang mengasihi kita saat kita merasa tidak dicintai ?? Siapa yang ingin bersama kita saat kita tak bisa memberikan apa-apa ??
MEREKALAH SAHABAT KITA Hargai dan peliharalah selalu persahabatan kita dengan mereka.
dua sifat
Seorang pemuda Indian bertanya kepada kakeknya mengapa dia mudah sekali
tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk
terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya...
Sang kakek berkata,bahwa dalam diri manusia ada dua ekor serigala. Serigala
yang satu selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka
buruk. Sedang serigala yang lain selalu berpikiran positif, baik hati, dan
suka hidup damai. Setiap hari kedua serigala ini selalu berkelahi.
Lalu siapakah yang menang? tanya si pemuda.
Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang kakek.
Friends...
Earl Natinghle pernah menuliskan "KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN". Kita
akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan ttg diri kita. Kenapa
sehh...pikiran itu begitu dahsyat pengaruhnya. Ternyata pikiran2 yg kita
masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari2,prilaku
akan membentuk watak, watak akan membentuk kebiasaan kita dan kebiasaanlah
yang akan menentukan nasib kita.
Emang sih nasib manusia itu ditentukan sama Tuhan...btw...manusia juga punya
kebebasan loh...menentukan nasibnya sebelum itu terjadi. Kan Tuhan ga akan
merubah nasib umat-Nya kalo manusia itu sendiri ga mau merubahnya, ya
toohhh...!!
tersinggung, gampang marah, tdk tenang dan selalu punya prasangka buruk
terhadap orang lain. Dia ingin tahu cara mengubah perangainya...
Sang kakek berkata,bahwa dalam diri manusia ada dua ekor serigala. Serigala
yang satu selalu berpikiran negatif, mudah marah dan selalu punya prasangka
buruk. Sedang serigala yang lain selalu berpikiran positif, baik hati, dan
suka hidup damai. Setiap hari kedua serigala ini selalu berkelahi.
Lalu siapakah yang menang? tanya si pemuda.
Yang menang adalah yg setiap hari kau beri makan, kata sang kakek.
Friends...
Earl Natinghle pernah menuliskan "KITA ADALAH APA YANG KITA PIKIRKAN". Kita
akan menjadi seperti apa yang kita pikirkan ttg diri kita. Kenapa
sehh...pikiran itu begitu dahsyat pengaruhnya. Ternyata pikiran2 yg kita
masukkan dalam diri kita akan mempengaruhi perilaku kita sehari2,prilaku
akan membentuk watak, watak akan membentuk kebiasaan kita dan kebiasaanlah
yang akan menentukan nasib kita.
Emang sih nasib manusia itu ditentukan sama Tuhan...btw...manusia juga punya
kebebasan loh...menentukan nasibnya sebelum itu terjadi. Kan Tuhan ga akan
merubah nasib umat-Nya kalo manusia itu sendiri ga mau merubahnya, ya
toohhh...!!
CINTA YANG TIDAK KITA SADARI
Kenapa kita menutup mata
ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat ...
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita...
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
Yang dinamakan CINTA...
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, Orang-orang yang tidak
ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah... melepaskan bukan akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari...dan mereka yang telah mencoba..
Karena merekalah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka..
CINTA yang AGUNG?
Adalah ketika kita menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan
kita masih menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum
sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'.
Apabila cinta tidak berhasil...
Bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi...
Ingatlah... Bahwa kita mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati.. kamu tidak perlu mati bersamanya...
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana...
dalam perjalanan kehidupan, kita belajar tentang diri sendiri..
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat.
Teman Sejati...
mengerti ketika kita berkata 'Aku lupa..'
Menunggu selamanya ketika kita berkata 'Tunggu sebentar'
Tetap tinggal ketika kita berkata 'Tinggalkan aku sendiri'
Membuka pintu meski kita belum mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya
masuk?'
Mencintai...
Bukanlah bagaimana kita melupakan..melainkan bagaimana kita memaafkan..
Bukanlah bagaimana kita mendengarkan.. melainkan bagaimana kita
mengerti.
Bukanlah apa yang kita lihat.. melainkan apa yang kita rasakan..
Bukanlah bagaimana kita melepaskan..melainkan bagaimana kita bertahan.
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...
Dibandingkan menangis Tersedu-sedu..
Air mata yang keluar dapat dihapus..sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..
Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang..
Tapi ketika Cinta itu tulus, meskipun kalah,
kita tetap menang hanya karena kita berbahagia...
dapat mencintai seseorang lebih dari kita mencintai diri sendiri..
Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Melainkan karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kita benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kita benar-benar
mencintai
Melainkan berjuanglah demi cintamu????Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kita inginkan
Daripada berjalan bersama orang 'yang tersedia'
Kadang kala, orang yang kita cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu & kadang kala, teman yang menangis bersamamu
Itu semua adalah cinta yang tidak kita sadari"
Kejarlah cintamu itu dan jangan pernah kita merasa putus asa
Klo memang sudah menjadi suratan kita , Dia tidak akan pernah lari ke mana ...Tuhan telah memberikan kita hidup berpasang-pasangan .
ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
Ini karena hal terindah di dunia tidak terlihat ...
Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya sejalan dengan kita...
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
Yang dinamakan CINTA...
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, Orang-orang yang tidak
ingin kita tinggalkan...
Tapi ingatlah... melepaskan bukan akhir dari dunia..
melainkan awal suatu kehidupan baru..
Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti,
mereka yang telah mencari...dan mereka yang telah mencoba..
Karena merekalah yang bisa menghargai
betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka..
CINTA yang AGUNG?
Adalah ketika kita menitikkan air mata dan masih peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan
kita masih menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum
sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu'.
Apabila cinta tidak berhasil...
Bebaskan dirimu, biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas lagi...
Ingatlah... Bahwa kita mungkin menemukan cinta dan kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati.. kamu tidak perlu mati bersamanya...
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh.
Entah bagaimana...
dalam perjalanan kehidupan, kita belajar tentang diri sendiri..
dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.
Hanyalah penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat.
Teman Sejati...
mengerti ketika kita berkata 'Aku lupa..'
Menunggu selamanya ketika kita berkata 'Tunggu sebentar'
Tetap tinggal ketika kita berkata 'Tinggalkan aku sendiri'
Membuka pintu meski kita belum mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya
masuk?'
Mencintai...
Bukanlah bagaimana kita melupakan..melainkan bagaimana kita memaafkan..
Bukanlah bagaimana kita mendengarkan.. melainkan bagaimana kita
mengerti.
Bukanlah apa yang kita lihat.. melainkan apa yang kita rasakan..
Bukanlah bagaimana kita melepaskan..melainkan bagaimana kita bertahan.
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati...
Dibandingkan menangis Tersedu-sedu..
Air mata yang keluar dapat dihapus..sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang..
Dalam urusan cinta, kita sangat jarang menang..
Tapi ketika Cinta itu tulus, meskipun kalah,
kita tetap menang hanya karena kita berbahagia...
dapat mencintai seseorang lebih dari kita mencintai diri sendiri..
Akan tiba saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita
Melainkan karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.
Apabila kita benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia..
Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kita benar-benar
mencintai
Melainkan berjuanglah demi cintamu????Itulah CINTA SEJATI.
Lebih baik menunggu orang yang kita inginkan
Daripada berjalan bersama orang 'yang tersedia'
Kadang kala, orang yang kita cintai adalah orang yang paling
menyakiti hatimu & kadang kala, teman yang menangis bersamamu
Itu semua adalah cinta yang tidak kita sadari"
Kejarlah cintamu itu dan jangan pernah kita merasa putus asa
Klo memang sudah menjadi suratan kita , Dia tidak akan pernah lari ke mana ...Tuhan telah memberikan kita hidup berpasang-pasangan .
Senin, 21 September 2009
- One generation goes and another generation comes, but the earth remains forever.
The sun also rises and the sun goes down, and hastens to the place where it rises.
- All things are weary with toil and all words are feeble; man cannot utter it.
The eye is not satisfied with seeing, nor the ear filled with hearing.
- For in much [human] wisdom is much vexation, and he who increases knowledge
increases sorrow.
- I SAID in my mind, Come now, I will prove you with mirth and test you with leasure;
so have a good time [enjoy pleasure]. But this also was vanity (emptiness, falsity,
and futility)!
- For to the person who pleases Him God gives wisdom and knowledge and joy; but to
the sinner He gives the work of gathering and heaping up, that he may give to one
who pleases God. This also is vanity and a striving after the wind and a feeding
on it.
The sun also rises and the sun goes down, and hastens to the place where it rises.
- All things are weary with toil and all words are feeble; man cannot utter it.
The eye is not satisfied with seeing, nor the ear filled with hearing.
- For in much [human] wisdom is much vexation, and he who increases knowledge
increases sorrow.
- I SAID in my mind, Come now, I will prove you with mirth and test you with leasure;
so have a good time [enjoy pleasure]. But this also was vanity (emptiness, falsity,
and futility)!
- For to the person who pleases Him God gives wisdom and knowledge and joy; but to
the sinner He gives the work of gathering and heaping up, that he may give to one
who pleases God. This also is vanity and a striving after the wind and a feeding
on it.
Rabu, 16 September 2009
Damai B3rs4maMu
Aku termenung di bawa mentari
Diantara meganya alam ini
Menikamti indahnya kasihMU
Kurasakan damainya hatiku
SabdaMu bagai air yang mengalir
Basahi Panas terik hatiku
Terangi semua jalanku
Kurasakan indahnya hatiku
Jangan biarkan damai ini pergi
Jangan biarkan semuanya berlalu
Hanya padaMU Tuhan tempatku berteduh
Dari semua kepalsuan dunia
Bila ku jauh dari diriMU
Akan ku tempuh semua perjalanan
Agar selalu ada di dekatMU
Jika kurasakn lembutNya kasihMU
By : Shela Marcia
Diantara meganya alam ini
Menikamti indahnya kasihMU
Kurasakan damainya hatiku
SabdaMu bagai air yang mengalir
Basahi Panas terik hatiku
Terangi semua jalanku
Kurasakan indahnya hatiku
Jangan biarkan damai ini pergi
Jangan biarkan semuanya berlalu
Hanya padaMU Tuhan tempatku berteduh
Dari semua kepalsuan dunia
Bila ku jauh dari diriMU
Akan ku tempuh semua perjalanan
Agar selalu ada di dekatMU
Jika kurasakn lembutNya kasihMU
By : Shela Marcia
Senin, 14 September 2009
Aku Orang berdosa
Tuhanku ku bertelut di bawa kaki salibMu
Ku mohon Tuhan ampunkan lah anakMU
Agar ku layak di depan hadiratMU
Tuhanku ku datang dengan tangis dan penuh dosa
Ku mohon Tuhan ampunkan lah anakMU
Agar ku layak di depan hadiratMU
Oh Tuhan ......oh Tuhanku
Ampunkanlah ...ampunkan lah
Ku mohon Tuhan ampunkan lah anakMU
Agar ku layak di depan hadiratMU
Tuhanku ku datang dengan tangis dan penuh dosa
Ku mohon Tuhan ampunkan lah anakMU
Agar ku layak di depan hadiratMU
Oh Tuhan ......oh Tuhanku
Ampunkanlah ...ampunkan lah
Sabtu, 12 September 2009
SMILE, AND THE WORLD WILL SMILE WITH YOU
Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun)
dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang haru saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama "Tersenyum".
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.Segera setelah kami menerima tugas tsb., suami saya, anak
bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali .... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir. Ketika berbalik itulah saya membaui
suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma
Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek,
yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum". Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima.
Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya. Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri disana bersama mereka.
Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan.
Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar
merasakannya desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.
Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.
Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu. Ia melihat ke arah saya,dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih." Saya meluruskan
badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."
Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya danbergab ung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan kata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan."
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Rahmat Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain. Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah.
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah,dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca
dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan,
membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan.
Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiapjiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang
pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.
dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang haru saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama "Tersenyum".
Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.Segera setelah kami menerima tugas tsb., suami saya, anak
bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali .... suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir. Ketika berbalik itulah saya membaui
suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma
Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek,
yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum". Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima.
Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya. Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri disana bersama mereka.
Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan.
Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar
merasakannya desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.
Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.
Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu. Ia melihat ke arah saya,dengan air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih." Saya meluruskan
badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan."
Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya danbergab ung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan kata, "Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan."
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Rahmat Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain. Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah.
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah,dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca
dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan,
membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan.
Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku, dan setiapjiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang
pernah saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.
MASALAH ADALAH TANTANGAN
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan
menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan,
anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah
yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam,
anda melihat keberhasilan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi.
Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda.
Tanpa masalah, anda mungkin tak layak memasuki jalur keberhasilan.
Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai
hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada
anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan
pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika
mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh
keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian,
bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai
elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah,
anda tak kan menjadi seseorang yang sejati.
Anda punya masalah hari ini? Bersyukurlah, karena artinya Anda diberi kesempatan untuk menjadi seorang pemenang!
menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan,
anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah
yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam,
anda melihat keberhasilan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi.
Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda.
Tanpa masalah, anda mungkin tak layak memasuki jalur keberhasilan.
Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai
hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada
anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan
pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika
mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh
keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian,
bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai
elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah,
anda tak kan menjadi seseorang yang sejati.
Anda punya masalah hari ini? Bersyukurlah, karena artinya Anda diberi kesempatan untuk menjadi seorang pemenang!
KUCING KESAYANGAN
Seorang pemuda sedang menelpon ke rumahnya dari luar negeri, dan dijawab oleh adiknya.
"Hallo, dik, gimana kabarnya kucing kesayangan abang ?" tanya si kakak.
"Kucingnya udah mati," jawab si adik dengan enteng.
"Yang bener, dik Itu kan kucing kesayangan abang !" teriak si abang nggak percaya.
"Bener, bang, udah mati !" jawab si adik lagi.
"Dik, abang kasih tau ya, kalau memberi tahu kabar duka, jangan asal aja, adik harusnya perhatiin dong perasaan yang diberi kabar.Khan adik bisa bilang kalau kucingnya hari ini
lagi ada di atap dan ngga mau turun, besok adik bilang lagi kalau kucingnya jatuh, besoknya
lagi adik bisa bilang kalau kucingnya udah gak bisa diselametin lagi.Nah kalau adik bilangnya kaya gitu khan abang terima kabarnya juga ngga kaget".
"Iya deh, bang, maaf..." jawab si adik polos.
"Ya udah kalau gitu ngga apa-apa," lanjut abangnya. "Oh iya dik,gimana kabar ibu ?"
"Ehhh, ibu lagi ada di atap dan ngga mau turun...." jawab si adik polos.
"Hallo, dik, gimana kabarnya kucing kesayangan abang ?" tanya si kakak.
"Kucingnya udah mati," jawab si adik dengan enteng.
"Yang bener, dik Itu kan kucing kesayangan abang !" teriak si abang nggak percaya.
"Bener, bang, udah mati !" jawab si adik lagi.
"Dik, abang kasih tau ya, kalau memberi tahu kabar duka, jangan asal aja, adik harusnya perhatiin dong perasaan yang diberi kabar.Khan adik bisa bilang kalau kucingnya hari ini
lagi ada di atap dan ngga mau turun, besok adik bilang lagi kalau kucingnya jatuh, besoknya
lagi adik bisa bilang kalau kucingnya udah gak bisa diselametin lagi.Nah kalau adik bilangnya kaya gitu khan abang terima kabarnya juga ngga kaget".
"Iya deh, bang, maaf..." jawab si adik polos.
"Ya udah kalau gitu ngga apa-apa," lanjut abangnya. "Oh iya dik,gimana kabar ibu ?"
"Ehhh, ibu lagi ada di atap dan ngga mau turun...." jawab si adik polos.
CINCIN BERLIAN
Seorang laki-laki membelikan sebuah cincin berlian indah untuk hadiah ulang tahun istrinya.
"Lho, bukannya istri lu mengidam-idamkan mobil Cherokee ?" tanya temannya.
"Betul," jawab si lelaki, "Tapi dimana gua mesti nyari Cherokee palsu?"
"Lho, bukannya istri lu mengidam-idamkan mobil Cherokee ?" tanya temannya.
"Betul," jawab si lelaki, "Tapi dimana gua mesti nyari Cherokee palsu?"
TANAH ABANG
Pemuda Jawa: "Maaf, saya orang baru di Jakarta, baru datang dari Jawa....eeeee....apakah ini Tanah Abang ?"
Pemuda Batak: "Oh, bukan....ini bukan tanah aku, sumpah ! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tak tahu ini tanah siapa ?"
Pemuda Batak: "Oh, bukan....ini bukan tanah aku, sumpah ! Aku juga baru datang dari Medan, jadi aku juga tak tahu ini tanah siapa ?"
APA KELEBIHAN WANITA
Suatu saat seorang anak perempuan bertanya pada ibunya.
Anak : "Bu, apa sih kelebihan wanita itu?"
Ibu : "Ah, belum saatnya nak..."
Anak : "Nggak mau... nggak mau... pokoknya jawab !!!"
Ibu : "Nanti aja, kalo kamu udah kelas 6"
Anak : "Yaaaah ibu!!"
Waktu berlalu, si anak sekarang sudah kelas 6.Tanpa diduga oleh si Ibu, anaknya menanyakan kembali kelebihan wanita.
Anak :"Seperti janji Ibu 2 tahun lalu, apa sih kelebihan wanita itu
Ibu : "Ya, kayak kamu itu! Ngotot !"
Anak : "Bu, apa sih kelebihan wanita itu?"
Ibu : "Ah, belum saatnya nak..."
Anak : "Nggak mau... nggak mau... pokoknya jawab !!!"
Ibu : "Nanti aja, kalo kamu udah kelas 6"
Anak : "Yaaaah ibu!!"
Waktu berlalu, si anak sekarang sudah kelas 6.Tanpa diduga oleh si Ibu, anaknya menanyakan kembali kelebihan wanita.
Anak :"Seperti janji Ibu 2 tahun lalu, apa sih kelebihan wanita itu
Ibu : "Ya, kayak kamu itu! Ngotot !"
GADIS LUGU
Suatu saat seorang gadis lugu bernama Ririn baru pulang dari sekolah dengan wajah yang bingung. Lalu dia bicara dengan ibunya.
Ririn: "Bu kok tadi di sekolah teman-teman laki ngeliatin kolong meja tempat Ririn duduk, kenapa ya ?"
Ibu: "Biasanya sih anak laki-laki kalau ngeliatin kolong meja yang didudukin anak perempuan mungkin mereka ngintipin celana dalam Kamu."
Ririn: "Ngintipin celana dalam? Waaah untung Ririn tadi lupa pake celana dalam Bu."
Ibu: "?????????"
Ririn: "Bu kok tadi di sekolah teman-teman laki ngeliatin kolong meja tempat Ririn duduk, kenapa ya ?"
Ibu: "Biasanya sih anak laki-laki kalau ngeliatin kolong meja yang didudukin anak perempuan mungkin mereka ngintipin celana dalam Kamu."
Ririn: "Ngintipin celana dalam? Waaah untung Ririn tadi lupa pake celana dalam Bu."
Ibu: "?????????"
SETELAH TADI MALAM
Setelah tadi malam empat orang pemuda "berpesta" dengan seorang pelacur, mereka saling bertukar cerita.
Pemuda A: "Ah, enggak enak tadi malam !"
Pemuda B: "Iya, enggak berasa !"
Pemuda C: "Enakan juga bini gue !"
Pemuda D: "Iya, enakan juga bini lo !"
Pemuda C: "XYZ????!!!"
Pemuda A: "Ah, enggak enak tadi malam !"
Pemuda B: "Iya, enggak berasa !"
Pemuda C: "Enakan juga bini gue !"
Pemuda D: "Iya, enakan juga bini lo !"
Pemuda C: "XYZ????!!!"
SI UJANG
Ujang dari kampung hendak melamar kerja di sebuah perusahaan asing di
Jakarta. Padahal bahasa Inggrisnya asli pas-pasan menuju babak belur...tapi dasar nekat, si Ujang melamar juga. Ia disodori formulir berbahasa Inggris.
"Euleuh...euleuh....bahasa Inggris, euy!"
Ujang langsung ngisi formulir:
NAME : UJANG KASEP PISAN
ADDRESS: Jl. Atimaung No. 70
PHONE : 34598756
AGE : 28
SEX : ....
Sejenak si Ujang berpikir mengernyitkan dahinya, "Walah... kata pak Ustad juga tidak boleh ini mah... pamali! Kumaha ini yaah jawabnyah ?"
Akhirnya Ujang yang polos itu mengisi dengan sejujur-jujurnya...
SEX: NEVERRR!!!
Jakarta. Padahal bahasa Inggrisnya asli pas-pasan menuju babak belur...tapi dasar nekat, si Ujang melamar juga. Ia disodori formulir berbahasa Inggris.
"Euleuh...euleuh....bahasa Inggris, euy!"
Ujang langsung ngisi formulir:
NAME : UJANG KASEP PISAN
ADDRESS: Jl. Atimaung No. 70
PHONE : 34598756
AGE : 28
SEX : ....
Sejenak si Ujang berpikir mengernyitkan dahinya, "Walah... kata pak Ustad juga tidak boleh ini mah... pamali! Kumaha ini yaah jawabnyah ?"
Akhirnya Ujang yang polos itu mengisi dengan sejujur-jujurnya...
SEX: NEVERRR!!!
belajar menulis di atas pasir
Ini Sebuah Kisah Tentang 2 Orang Sahabat Karib Yang Sedang Berjalan
Melintasi Pasir, Ditengah Perjalanan Mereka Bertengkar, Dan Salah
Seorang
Menampar Pipi Temannya. Orang Yang Kena Tampar Merasa Sakit Hati Tapi
Dengan Tanpa Berkata Kata Dia Menulis Diatas Pasir.
"Hari Ini Sahabat Terbaikku Menampar Pipiku"
Mereka Terus Berjalan Sampai Menemukan Oasis Dimana Mereka Memutuskan
Untuk
Mandi. Orang Yang Pipinya Ditampar Dan Terluka Hatinya Mencoba
Berenang
Namun Nyaris Tenggelam, Dan Berhasil Diselamatkan Oleh Sahabatnya.
Ketika
Dia Mulai Siuman Dan Rasa Takutnya Sudah Hilang Dia Menulis Di Sebuah
Batu
.
"Hari Ini Sahabat Terbaikku Menyelamatkan Nyawaku"
Orang Yang Menolong Dan Menampar Sahabatnya Bertanya
" Kenapa Setelah Saya Melukaimu Kamu Menulis Diatas Pasir, Dan
Sekarang
Kamu Menulis Di Atas Batu??"
Temannya Sambil Tersenyum Menjawab :
"Ketika Sorang Sahabat Melukai Kita, Kita Harus Menuliskan Diatas
Pasir,
Agar Angin Maaf Datang Berhembus Dan Menghapus Tulisan Tersebut, Dan
Bila
Sesuatu Yang Luar Biasa Terjadi, Kita Harus Memahatnya Diatas Batu
Hati
Kita, Agar Tidak Bisa Hilang Tertiup Angin"
Dalam Hidup Ini Sering Timbul Beda Pendapat Dan Konflik Karena Sudut
Pandang Yang Berbeda. Oleh Karena Itu Cobalah Untuk Saling Memaafkan
Dan
Lupakan Masalah Yang Telah Lalu, Belajarlah Menulis Diatas Pasir.
Melintasi Pasir, Ditengah Perjalanan Mereka Bertengkar, Dan Salah
Seorang
Menampar Pipi Temannya. Orang Yang Kena Tampar Merasa Sakit Hati Tapi
Dengan Tanpa Berkata Kata Dia Menulis Diatas Pasir.
"Hari Ini Sahabat Terbaikku Menampar Pipiku"
Mereka Terus Berjalan Sampai Menemukan Oasis Dimana Mereka Memutuskan
Untuk
Mandi. Orang Yang Pipinya Ditampar Dan Terluka Hatinya Mencoba
Berenang
Namun Nyaris Tenggelam, Dan Berhasil Diselamatkan Oleh Sahabatnya.
Ketika
Dia Mulai Siuman Dan Rasa Takutnya Sudah Hilang Dia Menulis Di Sebuah
Batu
.
"Hari Ini Sahabat Terbaikku Menyelamatkan Nyawaku"
Orang Yang Menolong Dan Menampar Sahabatnya Bertanya
" Kenapa Setelah Saya Melukaimu Kamu Menulis Diatas Pasir, Dan
Sekarang
Kamu Menulis Di Atas Batu??"
Temannya Sambil Tersenyum Menjawab :
"Ketika Sorang Sahabat Melukai Kita, Kita Harus Menuliskan Diatas
Pasir,
Agar Angin Maaf Datang Berhembus Dan Menghapus Tulisan Tersebut, Dan
Bila
Sesuatu Yang Luar Biasa Terjadi, Kita Harus Memahatnya Diatas Batu
Hati
Kita, Agar Tidak Bisa Hilang Tertiup Angin"
Dalam Hidup Ini Sering Timbul Beda Pendapat Dan Konflik Karena Sudut
Pandang Yang Berbeda. Oleh Karena Itu Cobalah Untuk Saling Memaafkan
Dan
Lupakan Masalah Yang Telah Lalu, Belajarlah Menulis Diatas Pasir.
Kau Mencariku
Terngiang di telingaku
Terbaca oleh mataku
Teringat dalam anganku
Tersentak dalam batinku
Kau mengatakan
Kau mencariku
Kau menanyakanku
Kau menginginkanku
Kau menyayangiku
Kau tidak peduli kondisiku
Kau tidak peduli apapun aku
Kau tidak peduli posisiku
Kau tidak peduli statusku
Akan kah itu ku dengar lagi
Akan kah itu ku baca lagi
Akan kah itu akan menjadi anganku
Akan kah itu menjadi bagian hidupku ....?
Aku tersentak ternyata itu semua hanya
Emosi sesaatmu ........
Terbaca oleh mataku
Teringat dalam anganku
Tersentak dalam batinku
Kau mengatakan
Kau mencariku
Kau menanyakanku
Kau menginginkanku
Kau menyayangiku
Kau tidak peduli kondisiku
Kau tidak peduli apapun aku
Kau tidak peduli posisiku
Kau tidak peduli statusku
Akan kah itu ku dengar lagi
Akan kah itu ku baca lagi
Akan kah itu akan menjadi anganku
Akan kah itu menjadi bagian hidupku ....?
Aku tersentak ternyata itu semua hanya
Emosi sesaatmu ........
Ingin menggapaimu 2
Jauh didalam hatiku ingin mengenggammu
Jauh didalam jantunku ada detakkan
Jauh didalam relung hatiku hanya namamu
Aku tidak ingin melepaskan genggaman itu
Au tetap ingin dengar bunyi itu
Aku ingin nama itu terukir selamanya
Tapi akan kah genggaman itu kuat?
Tapi akan kah detak itu terus terdengar?
Tapi apakah tulisan itu tidak kan memudar?
Aku tau genggamanku tidak kokoh
Aku tau detak itu mulai melemah
Aku tau nama itu kan pudar
salahkah bila aku ingin menggenggammu
salahkah bila aku ingin mendengarkannya
Salahkan bila aku ingin menulis namamu
Oh ..... apakah dapat aku melakukan semua itu
Sehingga aku boleh menggapaimu kembali
Jauh didalam jantunku ada detakkan
Jauh didalam relung hatiku hanya namamu
Aku tidak ingin melepaskan genggaman itu
Au tetap ingin dengar bunyi itu
Aku ingin nama itu terukir selamanya
Tapi akan kah genggaman itu kuat?
Tapi akan kah detak itu terus terdengar?
Tapi apakah tulisan itu tidak kan memudar?
Aku tau genggamanku tidak kokoh
Aku tau detak itu mulai melemah
Aku tau nama itu kan pudar
salahkah bila aku ingin menggenggammu
salahkah bila aku ingin mendengarkannya
Salahkan bila aku ingin menulis namamu
Oh ..... apakah dapat aku melakukan semua itu
Sehingga aku boleh menggapaimu kembali
Jumat, 11 September 2009
Arti sebuah cinta
Lima tahun usia
pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit.
Semakin hari
semakin tidak ada kecocokan diantara kami.
Kami bertengkar karena
hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat
aku pulang kantor.
Karena meja sudutdi ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya
denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen.
Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku.
Aku dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya,kecupan
di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya
tak mau kulakukan.
Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk
memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu
saja permintaannya tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang.
Hujan turunsangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.
Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan
kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik"
kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan dengankuselama 7 tahun
sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu,
buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis
cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan
aku membukanya.Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku
coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996.
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku
yang akan menjadi pacar terakhirku.
Hmm. aku tersenyum,Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.
6 September 2001,
Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa
mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau
berhenti...
23 Oktober 2001,
Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan?
Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.
Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku
disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly,
yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena
kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah
dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.
4 Januari 2002,
Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah
selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis
di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia
pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar
dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.
14 Februari 2002,
Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan?
Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.
14 Februari 2003,
Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto.
Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2005,
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi
membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh
untuk suamiku.
7 April 2006,
Vincent marah padaku,aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia
menunggu di depan rumah agak lama.
Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent
agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau
Vincent belum pulang walaupun aku lelah.
Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya
tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang
kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.
15November 2007,
Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka
membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan
sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.
Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu
adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.
Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun.
"Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat
ulang tahun." (ts)
pernikahanku dengan Ellen sungguh masa yang sulit.
Semakin hari
semakin tidak ada kecocokan diantara kami.
Kami bertengkar karena
hal-hal kecil. Karena Ellen lambat membukakan pagar saat
aku pulang kantor.
Karena meja sudutdi ruang keluarga yang ia beli tanpa membicarakannya
denganku, bagiku itu hanya membuang uang saja.
Hari ini, 27 Agustus adalah ulang tahun Ellen.
Kami bertengkar pagi ini karena Ellen kesiangan membangunkanku.
Aku dan tak mengucapkan selamat ulang tahun padanya,kecupan
di keningnya yang biasa kulakukan di hari ulang tahunnya
tak mau kulakukan.
Malam sekitar pukul 7, Ellen sudah 3 kali menghubungiku untuk
memintaku segera pulang dan makan malam bersamanya, tentu
saja permintaannya tidak kuhiraukan.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, aku merapikan meja kerjaku dan beranjak pulang.
Hujan turunsangat deras, sudah larut malam tapi jalan di tengah kota Jakarta masih saja macet, aku benar-benar dibuat kesal oleh keadaan.
Membayangkan pulang dan bertemu dengan Ellen membuatku semakin kesal!
Akhirnya aku sampai juga di rumah pukul 12 malam, dua jam perjalanan
kutempuh yang biasanya aku hanya membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di rumah.
Kulihat Ellen tertidur di sofa ruang keluarga. Sempat aku berhenti di hadapannya dan memandang wajahnya. "Ia sungguh cantik"
kataku dalam hati, "Wanita yang menjalin hubungan dengankuselama 7 tahun
sejak duduk di bangku SMA yang kini telah kunikahi selama 5 tahun, tetap saja cantik". Aku menghela nafas dan meninggalkannya pergi, aku ingat kalau aku sedang kesal sekali dengannya.
Aku langsung masuk ke kamar. Di meja rias istriku kulihat buku itu,
buku coklat tebal yang dimiliki oleh istriku. Bertahun-tahun Ellen menulis
cerita hidupnya pada buku coklat itu. Sejak sebelum menikah, tak pernah ia ijinkan
aku membukanya.Inilah saatnya! Aku tak mempedulikan Ellen, kuraih buku
coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996.
Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku, Vincent, pacar pertamaku
yang akan menjadi pacar terakhirku.
Hmm. aku tersenyum,Ellen yakin sekali kalau aku yang akan menjadi suaminya.
6 September 2001,
Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa
mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.
Jantungku serasa mau
berhenti...
23 Oktober 2001,
Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita dengan nama Melly. Siapakah dia Tuhan?
Bukakanlah mataku untuk apa yang Kau kehendaki agar aku ketahui.
Jantungku benar-benar mau berhenti. Melly, wanita yang sempat dekat denganku
disaat usia hubunganku dengan Ellen telah mencapai 5 tahun. Melly,
yang karenanya aku hampir saja mau memutuskan hubunganku dengan Ellen karena
kejenuhanku. Aku telah memutuskan untuk tidak bertemu dengan Melly lagi setelah
dekat dengannya selama 4 bulan, dan memutuskan untuk tetap setia kepada Ellen. Aku sungguh tak menduga kalau Ellen mengetahui hubunganku dengan Melly.
4 Januari 2002,
Aku dihampiri wanita bernama Melly, Ia menghinaku dan mengatakan Vincent telah
selingkuh dengannya. Tuhan, beri aku kekuatan yang berasal daripadaMu.
Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu, ia tak pernah mengatakan apapun atau menangis
di hadapanku setelah mengetahui aku telah menghianatinya. Aku tahu Melly, dia
pasti telah membuat hati Ellen sangat terluka dengan kata-kata tajam yang keluar
dari mulutnya. Nafasku sesak, tak mampu kubayangkan apa yang Ellen rasakan saat itu.
14 Februari 2002,
Vincent melamarku di hari jadi kami yang ke-6. Tuhan apa yang harus kulakukan?
Berikan aku tanda untuk keputusan yang harus kuambil.
14 Februari 2003,
Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya Alexander Vincent Winoto.
Terima kasih Tuhan!
18 Juli 2005,
Pertengkaran pertama kami sebagai keluarga. Aku harap aku tak kemanisan lagi
membuatkan teh untuknya. Tuhan, bantu aku agar lebih berhati-hati membuatkan teh
untuk suamiku.
7 April 2006,
Vincent marah padaku,aku tertidur pulas saat ia pulang kantor sehingga ia
menunggu di depan rumah agak lama.
Seharian aku berada mall mencari jam idaman Vincent, aku ingin membelikan jam itu di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent
agar ia tidak marah lagi padaku, aku tak akan tidur di sore hari lagi kalau
Vincent belum pulang walaupun aku lelah.
Aku mulai menangis, Ellen mencoba membahagiakanku tapi aku malah memarahinya
tanpa mau mendengarkan penjelasannya. Jam itu adalah jam kesayanganku yang
kupakai sampai hari ini, tak kusadari ia membelikannya dengan susah payah.
15November 2007,
Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka
membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan
sebuah meja, hadiah Natal untuk Vincent.
Aku tak dapat lagi menahan tangisanku, Ellen tak pernah mengatakan meja itu
adalah hadiah Natal untukku. Ya, ia memang membelinya di malam Natal dan menaruhnya hari itu juga di ruang keluarga.
Aku sudah tak sanggup lagi membuka halaman berikutnya. Ellen sungguh diberi kekuatan dari Tuhan untuk mencintaiku tanpa syarat.
Aku berlari keluar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun.
"Maafkan aku Ellen, Aku mencintaimu, Selamat
ulang tahun." (ts)
Ku ingin menggapaimu
Saat aku tahu semuanya
Saat aku menyadari semuanya
Saat aku berada dalam lingkarannya
Aku tidak bisa berkata
Aku hanya terdiam
Aku tidak bisa keluar
Mengapa ini harus terjadi
Mengapa harus aku jalani
Mengapa aku tidak bisa menjawabnya
Apakah ini takdir ...?
Apakah ini kutukan ...?
Apakah ini semua untuk aku saja ...?
Ya ..... aku ingin menggapaimu
Ya ..... aku ingin memelukmu
Ya ...... aku ingin bersamamu
tapi itu tidak mungkin
tapi itu tidak pantas
tapi itu tidak akan terjadi
Aku menyadari semuanya keinginan untuk menggapaimu
Hanya kan membawaku kedalam alam kegelapan untuk selamanya
Saat aku menyadari semuanya
Saat aku berada dalam lingkarannya
Aku tidak bisa berkata
Aku hanya terdiam
Aku tidak bisa keluar
Mengapa ini harus terjadi
Mengapa harus aku jalani
Mengapa aku tidak bisa menjawabnya
Apakah ini takdir ...?
Apakah ini kutukan ...?
Apakah ini semua untuk aku saja ...?
Ya ..... aku ingin menggapaimu
Ya ..... aku ingin memelukmu
Ya ...... aku ingin bersamamu
tapi itu tidak mungkin
tapi itu tidak pantas
tapi itu tidak akan terjadi
Aku menyadari semuanya keinginan untuk menggapaimu
Hanya kan membawaku kedalam alam kegelapan untuk selamanya
Minggu, 06 September 2009
Menanti Mentari
Saat mentari tenggelam
Ada seuntai doa dari setiap insan
Ada harapan dari setiap doa
Ada lafas Allah yang terlepas
Saat mentari tenggelam
Ada harapan untuk melihatnya kembi terangmu adali
Ada harapan untuk melihat cahayanya
Ada harapan untuk menikmati terangnya
Mentari oh mentari
Adakah cahayamu selalu untuk kami...?
Adakah terangmu untuk insan yang berharap
Adakah setiap dari terangmu adalah keabadian dunia ...?
Mentari .....oh mentari
Kehadiranmu selalu di nanti
berapa lama lagi kami boleh menikmatimu
Ada seuntai doa dari setiap insan
Ada harapan dari setiap doa
Ada lafas Allah yang terlepas
Saat mentari tenggelam
Ada harapan untuk melihatnya kembi terangmu adali
Ada harapan untuk melihat cahayanya
Ada harapan untuk menikmati terangnya
Mentari oh mentari
Adakah cahayamu selalu untuk kami...?
Adakah terangmu untuk insan yang berharap
Adakah setiap dari terangmu adalah keabadian dunia ...?
Mentari .....oh mentari
Kehadiranmu selalu di nanti
berapa lama lagi kami boleh menikmatimu
18 Trik Mendisiplinkan Anak Bagikan
Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita
semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan "menjinakkan"
anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang
ada di rumah, ikuti 10 trik berikut ini.
Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang
idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa
anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara
dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang
intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.
KLIK - DetailNamun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak
hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga
mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta
peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang
yang berhasil di kemudian hari.
Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk
membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.
1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah
alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan
bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima
alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan
main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya,
kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore,
menjelang malam.
2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan.
Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu
keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat
tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat
dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi,
buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah
dalam bersikap.
3. Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang
besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka.
Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi
persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok
ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu
lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas.
Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan
katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"
4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang
keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja,
ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara
yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan
padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan
kata-kata Anda.
5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda
hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan
langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang
harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa
membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai
hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap
setelah diberi peringatan.
6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih
berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan
sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya,
"Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau,
"Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa
bikin kamu terjatuh."
7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera
setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi
hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman
beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik,
seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station
atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti,
akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal
terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri
pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan
orangtuanya.
9. Bertekuk Lutut
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan
padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar
pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda
tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru
sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai
orangtua.
10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang
lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti,
"Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...",
tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu
mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.
Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak
baik untuk anak-anak, ya?" Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu
mengganggu terus di sekolah, Nak?" Kritiklah sikapnya, jangan salahkan
dirinya.
11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap
buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya
pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu
mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan
menyimpannya di tempat semula."
12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut
bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam
"siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak
cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.
13. Hindari Rasa Jengkel
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan
jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia
sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia
lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya
tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.
14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk
bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan
merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi
sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak
langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara
kekerasan.
15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda
memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti
ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari
sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.
16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau
menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan
tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa
seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua
pipi atau kepalanya.
17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan
tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika
disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia
meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan
pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu.
Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul,
atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian
hari.
Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu
kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin,
tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti
menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja
dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.
Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu
dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini,
yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi
dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat
berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak
mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk
bertindak, tetaplah berpikir positif.
Sumber :Rudy Stefanus Tobing
catatan perkembangan anak
semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan "menjinakkan"
anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang
ada di rumah, ikuti 10 trik berikut ini.
Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang
idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa
anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara
dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang
intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.
KLIK - DetailNamun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak
hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga
mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta
peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang
yang berhasil di kemudian hari.
Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk
membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.
1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah
alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan
bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima
alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan
main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya,
kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore,
menjelang malam.
2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan.
Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu
keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat
tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat
dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi,
buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah
dalam bersikap.
3. Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang
besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka.
Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi
persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok
ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu
lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas.
Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan
katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"
4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang
keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja,
ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara
yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan
padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan
kata-kata Anda.
5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda
hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan
langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang
harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa
membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai
hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap
setelah diberi peringatan.
6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih
berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan
sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya,
"Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau,
"Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa
bikin kamu terjatuh."
7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera
setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi
hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman
beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik,
seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station
atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.
8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti,
akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal
terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri
pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan
orangtuanya.
9. Bertekuk Lutut
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan
padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar
pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda
tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru
sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai
orangtua.
10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang
lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti,
"Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...",
tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu
mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.
Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak
baik untuk anak-anak, ya?" Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu
mengganggu terus di sekolah, Nak?" Kritiklah sikapnya, jangan salahkan
dirinya.
11. Tunjukkan Sikap Positif
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap
buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya
pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu
mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan
menyimpannya di tempat semula."
12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut
bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam
"siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak
cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.
13. Hindari Rasa Jengkel
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan
jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia
sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia
lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya
tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.
14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk
bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan
merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi
sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak
langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara
kekerasan.
15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda
memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti
ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari
sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.
16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau
menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan
tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa
seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua
pipi atau kepalanya.
17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan
tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika
disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia
meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.
18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan
pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu.
Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul,
atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian
hari.
Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu
kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin,
tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti
menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja
dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.
Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu
dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini,
yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi
dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat
berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak
mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk
bertindak, tetaplah berpikir positif.
Sumber :Rudy Stefanus Tobing
catatan perkembangan anak
Rabu, 02 September 2009
Engkau dan aku
Dalam keheningan malam
Aku datang bersujud di hadapanMU
Dalam kerinduanku
Aku menyebut namaMU
Aku datang dengan sejuta rinduku
Aku datang dengan segala yang aku punya
Aku datang dengan tersungkur dan malu
Allah ku masih kah aku pantas menyapaMU...?
Khalik ku masih ada kah kebaikan untukku ...?
Penciptaku masih adakah pengampunan untukku ...?
Aku datang bersujud di hadapanMU
Dalam kerinduanku
Aku menyebut namaMU
Aku datang dengan sejuta rinduku
Aku datang dengan segala yang aku punya
Aku datang dengan tersungkur dan malu
Allah ku masih kah aku pantas menyapaMU...?
Khalik ku masih ada kah kebaikan untukku ...?
Penciptaku masih adakah pengampunan untukku ...?
Langganan:
Postingan (Atom)
