Salam Hangat dari Yoye brother

"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"

Rabu, 15 Juli 2009

biarkan dia mati

  Hari-hari ini kita dikejutkan oleh banyak pembunuhan dengan mutilasi untuk menghilangkan jejak. Bagaimana jawaban Amsal mengenai hal ini? Ada satu kisah yang bisa menggambarkan hal ini.

  Suatu ketika, di daerah padang gurun ada suatu oase tempat para musafir yang mengambil air dan kadang beristirahat di sana. Hari ini ada seorang yang terburu-buru, setelah mengambil minum dia segera bergegas berangkat dan lupa membawa dompetnya. Setelah orang yang pertama pergi, datang seorang yang lain yang juga ingin mengambil minum di sana, setelah mengambil minum – dia melihat dompet yang penuh berisi uang. Karena dilihat tidak ada orang yang di sekitar situ, dia segera mengambilnya kemudian berangkat meneruskan perjalanannya. Setelah dia, ada lagi seorang yang kelihatan kelelahan, setelah sampai di situ, dia ambil minum dan langsung terlelap.

  Kemudian datanglah si orang pertama yang kehilangan dompetnya, melihat seorang yang tertidur lelap di sana, dia langsung menuduh dia sebagai pengambil dompetnya. Karena orang ketiga tidak merasa mengambil dompetnya, dia tidak mengakuinya dan terjadilah perkelahian yang mengakibatkan si orang ketiga terbunuh. Apakah ini adil? Siapa yang salah dan siapa yang benar? Mengapa sampai terjadi pembunuhan? 

  Amsal berkata,”Begitulah nasib semua orang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan. Mereka akan mati karena kekerasan.” 1:19 Setelah diselidiki ternyata diketahui bahwa orang pertama adalah seorang pencopet yang mengambil uang dari ayah orang kedua. Jadi uang itu kembali ke keluarga korban. Tapi bagaimana dengan orang ketiga? Orang ketiga adalah seorang buronan yang melarikan diri setelah melakukan pembunuhan. Seperti kata Amsal, seorang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan akan mati karena kekerasan. “Orang yang menanggung darah orang lain akan lari sampai ke liang kubur. Janganlah engkau menahannya!” 28:17 Kita tidak bisa menahan kematiannya. Biarkan dia mati…. Biarkan dia menanggung apa yang telah dia tabur.

  Khusus saya menyoroti tentang mutilasi karena kekerasan dalam rumah tangga, bagi para suami – Ingat “semua orang yang hidup dari kekerasan dan pembunuhan (pembunuhan karakter/pelecehan/penjatuhan harga diri) akan mati karena kekerasan”. Istri adalah berkat dari Tuhan. “Orang yang mendapat seorang istri mendapat sesuatu yang baik. Istri adalah berkat yang diberikan TUHAN kepadanya.” 18:22 Jaga dan lindungi dia melebihi harta benda yang diberikan Tuhan kepada kita.

  Satu lagi dari sisi yang lain, jika kita melihat seorang yang tidak bersalah tetapi dituduh melakukan pembunuhan dan hampir dihukum mati, apa tindakan kita? “Bebaskan mereka yang diangkut untuk dibunuh, selamatkan orang yang terhuyung-huyung menuju tempat pemancungan. Kalau engkau berkata: “Sungguh, kami tidak tahu hal itu!” Apakah Dia yang menguji hati tidak tahu yang sebenarnya? Apakah Dia yang menjaga jiwamu tidak mengetahuinya, dan membalas manusia menurut perbuatannya?” 24:11-12 

  Dia tidak layak mati …. Tidak sepantasnya dia menanggung apa yang tidak dia lakukan. (OBS) 

0 komentar:

Posting Komentar