Salam Hangat dari Yoye brother

"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"

Senin, 06 Juli 2009

SMILE, AND THE WORLD WILL SMILE WITH YOU

Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun)
 dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus
 saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan
 kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir
 yang diberikannya diberi nama "Tersenyum". Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah
 seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang
 dan mengatakan "hello", jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.Segera setelah kami menerima tugas tsb., suami saya, anak  bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald's pada suatu  pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah
 satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak
 setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian
 suami saya ikut menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali .... suatu
 perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat
 mengapa mereka semua menyingkir. Ketika berbalik itulah saya membaui
 suatu "bau badan kotor" yang sangat menyengat, dan berdiri di
 belakang saya dua orang lelaki tunawisma.  Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek,  yang dekat dengan saya, ia sedang "tersenyum". Matanya yang biru
langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat
 diterima.  Ia berkata "Good day" sambil menghitung beberapa koin yang
 telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan
 gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya. Saya menyadari bahwa
 lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan
 mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri
 disana bersama mereka.
 Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang
 mereka inginkan.Ia berkata, "Kopi saja, Nona" karena hanya itulah yang
 mampu  mereka beli. (jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan
 menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu. Ia hanya
ingin menghangatkan badan). Kemudian saya benar-benar
 merasakannya desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja
 merengkuh dan  memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi
 bersamaan  dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran
 menatap saya, menilai semua tindakan saya. Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter  untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan
 terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang
 telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya.
 Saya  meletakkannampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di
 atas  tangan dingin lelaki bemata biru itu. Ia melihat ke arah saya,
dengan  air mata berlinang, dan berkata "Terima kasih." Saya
 meluruskan badan  dan mulai menepuk tangannya dan berkata, "Saya tidak
 melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku
 untuk memberimu harapan." Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya
 dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk
 suami  saya tersenyum kepada saya dan berkata, "Itulah sebabnya
 mengapa  Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku
 harapan."  Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu
kami  tahu bahwa hanya karena Rahmat Tuhan kami diberikan apa yang
dapat  kami berikan untuk orang lain. Hari itu menunjukkan kepadaku
cahaya  kasih Tuhan yang murni dan indah.
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah,
 dengan  cerita  ini ditangan saya. Saya menyerahkan "proyek" saya dan dosen
 saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata,
 "Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?" Saya
mengangguk  pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai
membaca  dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian
dari  Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk
 disembuhkan.Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk
 menyentuh  orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku, anakku, guruku,
 dan  setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya
 sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang
pernah  saya pelajari: PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.
Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada
 setiap  orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana
 untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA
 MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA. Jika anda berpikir bahwa
 cerita  ini telah menyentuh anda dengan cara apapun, tolong kirimkan
 cerita  ini kepada setiap orang yang anda kenal.
Disini ada seorang malaikat yang dikirimkan untuk
 mengawasi anda.
Supaya malaikat itu bisa bekerja, anda harus menyampaikan cerita
 ini pada orang-orang yang ingin anda awasi.
Seorang malaikat menulis : Banyak orang akan datang dan
pergi  dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat2 sejati yang akan
meninggalkan jejak di dalam hatimu. Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu.
Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu.
Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan
 mereka,tetapi  Ia  tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka. Ia yang
 kehilangan uang, kehilangan banyak; Ia yang kehilangan seorang
 teman, kehilangan lebih banyak; tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.
Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam,
 tetapi  orang-orang tua yang cantik adalah hasil karya seni. Belajarlah
 dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama
 untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar