Salam Hangat dari Yoye brother

"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"

Rabu, 15 Juli 2009

Jika Dia terasa jauh

Sungguh aneh dalam Amsal, Hikmat menertawakan bahkan mengejek orang yang jatuh. “Pada suatu hari kelak kamu akan mendapat kesusahan dan aku akan tertawa! Kamu masih berani mengejek aku? —Akulah yang akan mengejek kamu! Apabila kamu dilanda ketakutan, dan apabila kamu ditimpa kesedihan dan kesusahan, aku tidak akan menjawab jeritanmu meminta tolong. Pada waktu itu terlambatlah sudah, walaupun kamu bertekun mencari aku.” 1:26-28 Bagaimana mungkin….?

  Saya teringat kisah nabi Yunus, Tuhan memerintahkan dia pergi ke suatu tempat, tetapi dia membelot dan memutuskan pergi ke tempat lain. Dalam perjalanan, kapalnya diterpa badai yang dahsyat, akhirnya dia dibuang ke laut dan dimakan ikan besar. Dalam kesunyian, kegelapan bahkan maut menghampiri…. “Yunus, engkau seharusnya tidak berada di sini…. Bukan ini yang harusnya engkau alami”, demikian menurut saya isi hati Tuhan.

  Saat krisis menghadang, hutang menumpuk, bisnis menurun, asset menipis…. Di mana keadaan kita sebenarnya. Apa seperti keadaan “engkau seharusnya tidak berada di sini” atau sebaliknya. Jika Dia terasa jauh, ini saatnya untuk kembali mendekat. Seperti anak hilang yang tahu bahwa dia bersalah kembali ke orang tuanya, inilah PERTOBATAN.

 

  Ada 3 langkah yang perlu diambil untuk keluar dari krisis keuangan:
Ubah Gaya Hidup.
Gaya hidup kebanyakan orang tercermin dalam peribahasa “Besar pasak daripada tiang”. Kondisi keuangan yang berdarah-darah, dimulai dari pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan. Ditambal dari mana kekurangan tersebut? Dari kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), yang membuat keadaan keuangan semakin parah.
Selalu buat margin keuangan, artinya selalu sisakan penghasilan untuk bumper di masa kesusahan. Selesaikan hutang dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Nasihat Amsal “Jangan menangguhkan pembayaran utang-utangmu. Jangan berkata “lain kali saja” kalau engkau dapat membayar sekarang.” 3:27 
Sediakan tabungan untuk persiapan di masa krisis.
Amsal menasihatkan,” Orang bijaksana suka menyimpan untuk masa depan, tetapi orang bodoh menghabiskan semua yang diperolehnya.” 21:20. Cadangan dana dibutuhkan ketika terjadi tertutupnya pendapatan. Saran dari seorang ahli keuangan adalah menyediakan dana sebesar 3x dari dana yang dibutuhkan untuk kehidupan satu bulan. 
Langkah ketiga adalah lakukan investasi.
Saya pernah lihat ada orang yang melakukan langkah ke-3 ini sebelum melakukan langkah pertama & kedua. Dia membuka konter HP dengan menggunakan uang yang dipinjam dari kartu kredit. Hasilnya, makin menumpuknya hutang yang harus dibayar.
Langkah yang pertama dan kedua harus dilakukan dulu sebelum ambil langkah ini. Nasihat Amsal “Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan.” 11:24
Setelah kita memiliki tabungan yang lebih besar 3x dari kebutuhan bulanan kita, menghemat secara luar biasa tidak perlu lagi, malah akan selalu kekurangan (bunga tabungan terlalu kecil), gunakan uang lebih untuk berinvestasi. Investasi sesuai bidang yang kita kuasai, tidak perlu ikut-ikutan trend investasi. 

  Setelah keluar dari sumur krisis finansial, ternyata Hikmat tidak pernah meninggalkan kita. Dia menunggu di pinggir sumur, dan seperti Ayah dari si Anak hilang, Bapa memeluk anaknya untuk kembali menikmati kehidupan yang penuh kekayaan, kehormatan, keadilan dan kebenaran. Amsal 8:18 “Kekayaan, kehormatan, keadilan, dan kebenaran yang kekal adalah milikku untuk kubagikan.”

0 komentar:

Posting Komentar