Alkitab telah banyak mencatat tentang kisah perubahan hidup para manusia yang
sangat dramatis. Sesungguhnya bagaimanakah mereka dapat membuat suatu
“perubahan” total di dalam kehidupan mereka tersebut? Dan apakah mungkin bagi anda
untuk membuat suatu perubahan yang cukup besar di dalam kehidupan anda? Ingatlah
bahwa sebenarnya terdapat dua kunci vital yang sering disia – siakan orang. Bahkan tidak
jarang dari mereka yang telah mengetahuinya justru malah mensalah artikannya. Mereka
tidak tahu peranan penting dari dua kunci vital tersebut.
Di dalam Kisah Para Rasul 2 kita akan membaca kejadian – kejadian yang terjadi
disekitar masa permulaan jemaat Wasiat Baru. Simon Petrus memberikan khotbah yang
sangat lantang dan tajam kepada ribuan orang yang berkerumun untuk merayakan Masa
Raya Pentakosta. Beberapa dari orang – orang tersebut adalah mereka yang pada tujuh
setengah minggu sebelumnya berdiri di tengah gerombolan orang banyak yang memadati
Bangsal Pengadilan Pilatus. Pada saat itu mereka berteriak “Salibkan Dia!” ketika Pilatus
menawarkan untuk membebaskan Yesus dari Nazaret. Sekarang, PERCAYA akan
kebenaran dari pesan Petrus, mereka merasa bersalah dengan sangat atas apa yang telah
dilakukan oleh mereka. Hal ini adalah suatu perasaan mendalam akan rasa “malu” dan
“bersalah”, yang mana kemudian mereka dengan rendah hati bertanya kepada Petrus:
“Apakah yang harus kami lakukan?” (Kisah Para Rasul 2:36-39 Alkitab Terjemahan
Baru © 1974 LAI). Ia menjawab mereka dengan mengatakan bahwa mereka harus
BERTOBAT. Iman dan pertobatan adalah kunci vital yang mana tanpanya maka tidaklah
mungkin kita akan mengalami sesuatu perubahan yang nyata.
Iman adalah penting bagi tahapan pertobatan. Iman yang kita bicarakan disini
adalah iman yang hidup dan nyata. Iman seperti ini akan memimpin seorang manusia
untuk memiliki suatu pikiran dan keinginan yang mantap untuk membuat suatu
keputusan kembali kepada Allah. Dengan iman seperti ini, seorang manusia akan sangat
percaya kepada Allah yang NYATA dan di dalam janji – janji yang Ia buat yang
tercermin di dalam tindakan! “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada
hakekatnya adalah mati.” (Yakobus 2:17 Alkitab Terjemahan Baru © 1974 LAI). Jika
kita benar – benar percaya dan bergantung kepada Allah maka Ia akan dapat membuat
diri kita untuk secara benar – benar dan tanpa persyaratan menyerahkan diri kepadaNya.
Ibrani 11 sering disebut sebagai “bab iman” di dalam Alkitab. Di dalam Ibrani
11:13 kita mempelajari bahwa orang – orang beriman baik itu wanita maupun pria
MELAKUKAN beberapa hal yang pasti. Yang mana dengan memahami apa yang
dilakukan oleh para orang beriman tersebut maka kita akan mendapatkan suatu
pemahaman akan iman yang dapat mengubah kehidupan seorang manusia. Kita
diberitahukan bahwa mereka “Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orangorang
yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh
melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah
orang asing dan pendatang di bumi ini.”
Pertama, kita harus melihat dan memahami janji – janji yang Allah buat, yang
diyakinkan oleh baik nilai – nilai dan nyatanya janji – janji tersebut. Dan setelahnya kita
harus berusaha mendapatkan dan mempertahankannya baik – baik. Ketahuilah bahwa
amatlah penting dan tak ternilai bagi kita untuk memiliki dan mempertahankan janji –
janji Allah tersebut. Jika kita tidak menghargai dan bersenang akan apa yang ditawarkan oleh Allah, maka kita tidak akan dapat bertahan dan bersabar ketika kita harus melalui
banyak masa – masa yang naik dan turun di dalam kehidupan kita. Karena para orang
beriman yang disebutkan di dalam Ibrani 11 tersebut, baik mereka yang laki – laki
maupun wanita, telah mendekap dan mempertahankan dengan baik – baik apa yang telah
Allah janjikan. Mereka telah menunjukkan dengan kata – kata dan tindakan bahwa
mereka tidak dapat menjadi bagian dari dunia ini.
Kita tidak dapat menjadi serupa dengan dunia ini dan pada saat yang bersamaan
berkeinginan untuk dapat berjalan bersama dengan Allah (Yakobus 4:4). Karena untuk
menjadi serupa dengan dunia ini, maka seseorang pastilah harus terlebih dahulu
memahami nilai – nilai dari dunia tersebut serta menerimanya di dalam kehidupan
mereka. Yohanes menyimpulkan nilai – nilai dari dunia ini didalam “Sebab semua yang
ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup,
bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.” (1 Yohanes 2:16 Alkitab Terjemahan
Baru © 1974 LAI). Ingatlah bahwa zaman ini beserta segala kebobrokan dan
kemerosotan nilai – nilai yang ada didalamnya sudah pasti akan berlalu. Yang mana
kemudian akan digantikan dengan dunia yang baru yang akan datang berdasarkan nilai –
nilai abadi. Dunia yang baru tersebut, dunia yang akan datang, akanlah menjadi dunia
yang permanen.
Oleh karenanya jika kita benar – benar percaya akan janji Allah mengenai dunia
yang akan datang tersebut maka kita akan berkeinginan untuk kembali kepada Allah
dengan segenap hati kita serta mempelajari tentang bagaimanakah kita bisa tinggal di
dalam keharmonisan dengan diriNya untuk selama - lamanya. Iman yang hidup akan
menghasilkan tindakan yang salah satunya adalah pertobatan yang sejati dari seorang
manusia yang memiliki iman tersebut. Hal ini pulalah yang dialami oleh para pendengar
Petrus ketika mereka bertanya: “apakah yang harus kita lakukan?”. Sungguh orang –
orang tersebut tanpa berkompromi telah menawarkan suatu tindakan yang sangat ingin
mereka lakukan tanpa membatasi diri mereka untuk melakukannya. Mereka juga tidak
mulai menyalahkan yang lain, justru sebaliknya mereka datang di dalam kesederhanaan
dan sikap yang dapat diajar dan bahkan penyerahan diri di dalam hati dan pikiran. Pada
saat itu Petrus mewartakan Injil dan mereka percaya akan pesannya. Mereka telah
membuktikan dan menemukan iman ketika mereka dari dalam lubuk hati berkeinginan
untuk melakukan suatu tindakan berdasarkan iman tersebut. Dan oleh karenanya maka
pada hari itu mereka menanyakan suatu pertanyaan, “apakah yang harus kami lakukan?”.
Sesungguhnya suatu pertanyaan yang samalah yang harus kita pertanyakan jika kita
memang berkeinginan untuk mendapatkan suatu perubahan hidup yang dramatis.
Salam Hangat dari Yoye brother
"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"
Senin, 06 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar