Salam Hangat dari Yoye brother

"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"

Senin, 29 Juni 2009

stories for the family's heart

Roy Angel adalah seorang miskin yang memiliki kakak seorang milyuner. 
Pada
tahun 1940, ketika bisnis
minyak bumi sedang mengalami puncak, kakaknya menjual padang rumput di
Texas pada waktu yang tepat dengan
harga yang sangat tinggi. Seketika itu kakak Roy Angel menjadi 
kayaraya.
Setelah itu kaka Roy Angel menanam
saham pada perusahaan besar dan memperoleh untung yang besar. Kini dia
tinggal di apartemen mewah di New
York dan memiliki kantor di Wallstreet.

Seminggu sebelum Natal, kakaknya menghadiahi Roy Angel sebuah mobil 
baru
yang mewah dan mengkilap. Suatu
pagi seorang anak gelandangan menatap mobilnya denganpenuh kekaguman.

"Hai.. nak" sapa Roy
Anak itu melihat pada Roy dan bertanya "Apakah ini mobil Tuan?"
"Ya," jawab Roy singkat.
"Berapa harganya Tuan?"
"Sesungguhnya saya tidak tahu harganya berapa".
"Mengapa Tuan tidak tahu harganya, bukankan Tuan
yang punya mobil ini?" Gelandangan keci! l itu bertanya penuh heran.
"Saya tidak tahu karena mobil ini hadiah dari kakak saya"
Mendengar jawaban itu mata anak itu melebar dan 
bergumam,"Seandainya....
seandainya..."
Roy mengira ia tahu persis apa yang didambakan anak kecil itu,
"Anak ini pasti berharap memiliki kakak yang sama seperti kakakku".

Ternyata Roy salah menduga, saat anak itu melanjutkan kata-katanya:
"Seandainya... seandainya saya dapat menjadi kakak seperti itu.."
Dengan masih terheran-heran Roy mengajak anak itu berkeliling dengan
mobilnya.
Anak itu tak henti-henti memuji keindahan mobilnya.Sampai satu kali 
anak
itu berkata,"Tuan bersediakah
Tuan mampir ke rumah saya ? Letaknya hanya beberapa blok dari sini".
Sekali lagi Roy mengira dia tahu apa yang ingin dilakukan anak ini.
"Pasti anak ini ingin memperlihatkan pada teman-temannya bahwa ia telah
naik mobil mewah"
pikir Roy.
"OK, mengapa tidak", kata Roy sambil menuju arah rumah anak itu.
Tiba! di sudut jalan si anak gelandangan memohon pada Roy untuk berhenti
sejenak,
"Tuan, bersediakah Tuan menunggu sebentar? Saya akan segera kembali".
Anak itu berlari menuju rumah gubuknya yang sudah reot. Setelah 
menunggu
hampir sepuluh menit, Roy
mulai penasaran apa yang dilakukan anak itu dan keluar dari mobilnya,
menatap rumah reot itu. Pada waktu itu ia
mendengar suara kaki yang perlahan-lahan. Beberapa saat kemudian anak
gelandangan itu keluar sambil
menggendong adiknya yang lumpuh. Setelah tiba di dekat mobil anak
gelandangan itu berkata pada adiknya:

"Lihat... seperti yang kakak bilang padamu. Ini mobil terbaru. Kakak 
Tuan
ini menghadiahkannya pada Tuan
ini. Suatu saat nanti kakak akakn membelikan mobil seperti ini 
untukmu".

Bukan karena keinginan seorang anak gelandangan yang hendak 
menghadiahkan
mobil mewah untuk adiknya yang
membuat Roy tak dapat menahan haru pada saat itu juga, tetapi karena
ketulusan! kasih seorang kakak yang
selalu ingin memberi yang terbaik bagi adiknya.

0 komentar:

Posting Komentar