Salam Hangat dari Yoye brother

"T4n4mkanlah k4ta-kat4 yang penuh kasih dalam kehidupan seseorang. Peliharalah dengan senyum4n dan doa, lalu lihatlah 4pa yang terj4di"

Senin, 29 Juni 2009

Karet Gelang

Suatu kali saya membutuhkan karet gelang, Satu saja. Shampoo yang akan saya 

bawa tutupnya sudah rusak. Harus dibungkus lagi dengan plastik lalu diikat 

dengan karet gelang. Kalau tidak bisa berabe. Isinya bisa tumpah ruah 

mengotori seisi tas. Tapi saya tidak menemukan satu pun karet gelang. Di 

lemari tidak ada. Di gantungan-gantungan baju tidak ada. Di kolong-kolong 

meja juga tidak ada. 

 

Saya jadi kelabakan. Apa tidak usah bawa shampoo, nanti saja beli di 

jalan.Tapi mana sempat, waktunya sudah mepet. Sudah ditunggu yang jemput 

lagi. Akhirnya saya coba dengan tali kasur, tidak bisa. Dipuntal-puntal 

pakai kantong plastik, juga tidak bisa. Waduh, karet gelang yang biasanya 

saya buang-buang, sekarang malah bikin saya bingung. Benda kecil yang 

sekilas tidak ada artinya, tiba-tiba menjadi begitu penting. 

 

Saya jadi teringat pada seorang teman waktu di Yogyakarta dulu. Dia tidak 

menonjol, apalagi berpengaruh. Sungguh, Sangat biasa-bisa saja. Dia hanya 

bisa mendengarkan saat orang-orang lain ramai berdiskusi. Dia hanya bisa 

melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Itu pun kadang-kadang salah, 

Kemampuan dia memang sangat terbatas. 

Tetapi dia sangat senang membantu orang lain; entah menemani pergi, 

membelikan sesuatu, atau mengeposkan surat. Pokoknya apa saja asal membantu 

orang lain, ia akan kerjakan dengan senang hati. Itulah sebabnya kalau dia 

tidak ada, kami semua, teman-temannya, suka kelabakan juga. Pernah suatu 

kali acara yang sudah kami persiapkan gagal, karena dia tiba-tiba harus 

pulang kampung untuk suatu urusan. 

 

Di dunia ini memang tidak ada sesuatu yang begitu kecilnya, sehingga sama 

sekali tidak berarti. Benda yang sesehari dibuang-buang pun, seperti karet 

gelang, pada saatnya bisa menjadi begitu penting dan merepotkan. 

 

Mau bukti lain? Tanyakanlah pada setiap pendaki gunung, apa yang paling 

merepotkan mereka saat mendaki tebing curam? Bukan teriknya matahari. Bukan 

beratnya perbekalan. Tetapi kerikil-kerikil kecil yang masuk ke sepatu. 

 

Karena itu, jangan pernah meremehkan apa pun. 

Lebih-lebih meremehkan diri sendiri. 

Bangga dengan diri sendiri itu tidak salah. 

Yang salah kalau kita menjadi sombong, lalu meremehkan orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar